MAKALAH FILSAFAT
TOKOH-TOKOH FILSAFAT
PMTK KELAS II B
KELOMPOK IV :
1.
HASBY
ASHIDDIQI
2.
GUS BILAL
MOKHAMMAD MUKHTI
3.
IMAM
BUDIHARTO
4.
RIZA
INNAYAH
5.
DUWI RINA
SETIANA
6.
NOVITA DWI
SURYANI
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
2013
TOKOH-TOKOH FILSAFAT
1.
PLATO
Plato adalah
seorang filsuf dan matematikawan Yunani, dan pendiri dari Akademi Platonik di
Athena, sekolah tingkat tinggi pertama di dunia barat. Ia adalah murid
Socrates. Pemikiran Plato pun
banyak dipengaruhi oleh Socrates. Plato adalah
guru dari Aristoteles. Karyanya yang paling terkenal ialah Republik,yang di
dalamnya berisi uraian garis besar pandangannya pada keadaan “ideal”.
Dia juga menulis ‘Hukum’ dan
banyak dialog di mana Socrates adalah peserta utama. Ajaran Plato tentang etika
kurang lebih mengatakan bahwa manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan hidup
yang baik, dan hidup yang baik ini dapat dicapai dalam polis. Ia tetap memihak
pada cita-cita Yunani Kuno yaitu hidup sebagai manusia serentak juga berarti
hidup dalam polis, ia menolak bahwa negara hanya berdasarkan nomos/adat
kebiasaan saja dan bukan physis/kodrat. Plato tidak pernah ragu dalam
keyakinannya bahwa manusia menurut kodratnya merupakan mahluk sosial, dengan
demikian manusia menurut kodratnya hidup dalam polis atau Negara.
Menurut Plato,
negara terbentuk atas dasar
kepentingan yang bersifat ekonomis atau saling membutuhkan antara warganya maka
terjadilah suatu spesialisasi bidang pekerjaan, sebab tidak semua orang bisa
mengerjakaan semua pekerjaan dalam satu waktu.
Ciri-ciri karya-karya plato :
· Bersifat Sokratik
Dalam Karya-karya yang ditulis pada masa mudanya,
Plato selalu menampilkan kepribadian dan karangan Sokrates sebagai topik utama
karangannya
· Berbentuk dialog
Hampir semua karya Plato ditulis dalam nada dialog.
Dalam Surat VII, Plato berpendapat bahwa pena dan tinta membekukan pemikiran
sejati yang ditulis dalam huruf-huruf yang membisu. Oleh karena itu,
menurutnya, jika pemikiran itu perlu dituliskan, maka yang paling cocok adalah
tulisan yang berbentuk dialog.
· Adanya mite-mite
Plato menggunakan mite-mite untuk menjelaskan
ajarannya yang abstrak dan adiduniawi
Pandangan Plato
tentang Ide-ide, Dunia Ide dan Dunia Indrawi
Sumbangsih Plato
yang terpenting adalah pandangannya mengenai idea. Pandangan Plato terhadap
idea-idea dipengaruhi oleh pandangan Sokrates tentang definisi. Idea yang
dimaksud oleh Plato bukanlah ide yang dimaksud oleh orang modern. Orang-orang
modern berpendapat ide adalah gagasan atau tanggapan yang ada di dalam
pemikiran saja. Menurut Plato idea tidak diciptakan oleh pemikiran manusia.
Idea tidak tergantung pada pemikiran manusia, melainkan pikiran manusia yang
tergantung pada idea. Idea adalah citra pokok dan perdana dari realitas,
nonmaterial, abadi, dan tidak berubah. Idea sudah ada dan berdiri sendiri di
luar pemikiran kita. Idea-idea ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya.
Misalnya, idea tentang dua buah lukisan tidak dapat terlepas dari idea dua,
idea dua itu sendiri tidak dapat terpisah dengan idea genap. Namun, pada
akhirnya terdapat puncak yang paling tinggi di antara hubungan idea-idea
tersebut. Puncak inilah yang disebut idea yang “indah”. Idea ini melampaui
segala idea yang ada.
Dunia indrawi
adalah dunia yang mencakup benda-benda jasmani yang konkret, yang dapat
dirasakan oleh panca indera kita. Dunia indrawi ini tiada lain hanyalah
refleksi atau bayangan daripada dunia ideal. Selalu terjadi perubahan dalam
dunia indrawi ini. Segala sesuatu yang terdapat dalam dunia jasmani ini fana,
dapat rusak, dan dapat mati.
Dunia idea
adalah dunia yang hanya terbuka bagi rasio kita. Dalam dunia ini tidak ada
perubahan, semua idea bersifat abadi dan tidak dapat diubah. Hanya ada satu
idea “yang bagus”, “yang indah”. Di dunia idea semuanya sangat sempurna. Hal
ini tidak hanya merujuk kepada barang-barang kasar yang bisa dipegang saja,
tetapi juga mengenai konsep-konsep pikiran, hasil buah intelektual. Misalkan
saja konsep mengenai “kebajikan” dan “kebenaran”.
2.
Aristoteles
Aristoteles
adalah murid Plato.Filsafat Aristoteles berkembang pada waktu ia memimpin
Lyceum, yang mencakup enam karya tulisnya yang membahas masalah logika, yang
dianggap sebagai karya-karyanya yang paling penting, selain kontribusinya di
bidang metafisika, fisika, etika, politik, kedokteran dan ilmu alam.
Di bidang ilmu
alam, ia merupakan orang pertama yang mengumpulkan dan mengklasifikasikan
spesies-spesies biologi secara sistematis. Karyanya ini menggambarkan
kecenderungannya akan analisa kritis, dan pencarian terhadap hukum alam dan
keseimbangan pada alam. Plato menyatakan teori tentang bentuk-bentuk ideal
benda, sedangkan Aristoteles menjelaskan bahwa materi tidak mungkin tanpa
bentuk karena ia ada (eksis). Selanjutnya ia menyatakan bahwa bentuk materi
yang sempurna, murni atau bentuk akhir, adalah apa yang dinyatakannya sebagai
theos, yaitu yang dalam pengertian Bahasa Yunani sekarang dianggap berarti
Tuhan.
Logika
Aristoteles adalah suatu sistem berpikir deduktif (deductive reasoning), yang
bahkan sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran
tentang logika formal.
3.
David Hume
Kutipan dibawah
diambil dari karya hume inquiry concerning human knowledge, 1748. Hume
meneruskan pikiran locke sampai menemukan batas-batas pengetahuan. Yang penting
bagi hume bukanlah pengetahuan yang berasal dari akal tetapi pengetahuan yang
berangkat dari sejumlah hasil observasi pengalaman. Rangkaian peristiwa yang terjadi diantara pengalaman
ditentukan oleh hukum sebab akibat. Di dalam teks dibawah ini hume ingin
mempelajari fondasi berbagai penalaran dan penyimpulan dalam pengetahuan, sebab
menurut dia tidak ada penyimpulan yang pasti benar dan selalu akurat serta kebal dari kesalahan.
Kenapa?
Semua objek
pemikiran atau penyelidikan manusia mungkin secara alamiah dapat dipisahkan
kedalam dua bagian, yaitu hubungan antar berbagai gagasan dan persoalan yang
berkenaan dengan berbagai fakta. Objek pengetahuan manusia yang pertama
meliputi pengetahuan Geometri, Aljabar, dan Aritmetika; pendeknya semua
penegasan yang secara intuitif dan demonstrasi pasti. Misalnya tiga dikalikan
lima sama dengan setengah dari tiga puluh. Walaupun dalam kenyatannya tidak
pernah ada lingkaran dan segitiga akan tetapi kebenaran yeng dideminstrasikan
Euclid tetap menyimpan kepastian dan kejelasan lingkaran dan segitiga itu.
Semua pemikiran
yang berkenaan dengan persoalaan fakta nampaknya ditemukan dalam hubungan sebab
dan akibat. Artinya bahwa relasi tersebut hanya dapat kita jalankan lewat
kejelasan ingatan kita dan penginderaan kita. Jika kamu bertanya kepada
seseorang, mengapa dia mempercayai sebuah kenyataan yang tidak ada; misalnya
bahwa temannya berada disebuah Negara, katakanlah di prancis, dia akan
memberikanmu sebuah alasan, dan alasan ini akan menjadi beberapa fakta lain
seperti sebuah surat yang diterima darinya, dan seseorang menemukan jam atau
mesin lainnya disebuah pulau gurun pasir akan menyimpulkan bahwa pernah ada
orang yang datang ke pulau itu.
Proposisi ini,
bahwa sebab dan akibat bisa ditemukan, tidak oleh akal tetapi oleh pengalaman,
akan dengan mudah diakui dengan memandang objek tertentu, sebagaimana pernah
kita ingat bersama-sama dan ternyata tidak diketahui oleh kita, karena kita
harus sadar akan ketidakmampuannya sama sekali, maka kita letakkan dibawah
suatu ramalan, apakah justru akan muncul dari akal.
Kebenaran yang
sama mungkin tidak akan muncul saat pertama kali dilihat, memiliki kejelasan
yang sama dengan memandang peristiwa-peristiwa yang telah menjadi akrab dengan
kita dari kemunculan dari pertama kita didunia.
4.
Immanuel Kant
Semula kant
dipengaruhi oleh rasionalisme Leibinz dan Wolff, kemudian ia dipengaruhi
empirisme Hume, selain juga Nampak pula pengaruh Rousseau. Dalam
tulisan-tulisan Kant paling awal, ia cenderung pada metafisika rasionalistik.
Awal pemikirannya Kant terpengaruhi oleh aliran “pietisme”
dari ibunya. Kant sendiri
menulis bahwa empirisme Hume telah membangunkannya dari tidur “Dogmatisnya”.
Hume telah mendestruksikan anggapan filsafat sebelumnya bahwa paham-paham
seperti substansiatau sebab dapat ditemukan dalam realitas empiris.
Dalam proyek
pemikirannya, Kant hendak membongkar seluruh filsafat sebelumnya dan membangun
secara baru. Filsafat Kant menjadi “Kritisisme” yang dilawankan dengan seluruh
filsafat sebelumnya yang ditolaknya yaitu sebagai dogmatisme. Kant adalah
filsuf modern yang paling berpengaruh. Pemikirannya yang analitis dan tajam
memasang patok-patok yang mau tak mau menjadi acuan bagi segenap pemikiran
filosofis kemudian, terutama dalam bidang epistemologi, metafisika dan etika.
Kaum rasionalis
percaya bahwa dasar dari seluruh pengetahuan manusia ada dalam pikiran.
Sedangkan kaum empirisis percaya bahwa seluruh pengetahuan tentang dunia
berasal dari pencerahan indrawi. Kedua pandangan ini menurut kant benar
sebagian dan salah sebagian. Jadi baik “indra” maupun “akal” sama-sama
memainkan peranan dalam konsepsi kita mengenai dunia. Kant berpendapat bahwa
seluruh ide dan konsep manusia bersifat ‘apriori’, sehingga ada kebenaran
apriori, namun ide dan konsep itu hanya dapat di aplikasikan apabila ada
pengalaman. Dengan kata lain bahwa akal budi manusia hanya dapat berfungsi
apabila dihubungkan dengan pengalaman.
Dalam titik
tolaknya Kant setuju dengan Hume dan kaum empitris bahwa seluruh pengetahuan
kita tentang dunia berasal dari indra. Sealin itu Kant juga mendukung kaum
rasionalis bahwa dalam akal juga terdapat factor-faktor yang menentukan
bagaimana kita memandang dunia sekitar. Dengan kata lain, ada kondisi-kondisi
tertentu dalam pikiran manusia yang ikut menetukan konsepsi kita tentang dunia.
kant memandang bahwa waktu dan ruang termasuk pada kondisi manusia. Waktu dan
ruang pertama-tama dan terutama adalah cara pandang dan bukan atribut dari
dunia fisik.






0 komentar:
Posting Komentar