Tips Percantik Blogger

Jumat, 02 Mei 2014

MAKALAH FILSAFAT TOKOH-TOKOH FILSAFAT




MAKALAH FILSAFAT
TOKOH-TOKOH FILSAFAT



 


PMTK KELAS II B
KELOMPOK IV :
1.        HASBY ASHIDDIQI
2.        GUS BILAL MOKHAMMAD MUKHTI
3.        IMAM BUDIHARTO
4.        RIZA INNAYAH
5.        DUWI RINA SETIANA
6.        NOVITA DWI SURYANI

UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
2013

TOKOH-TOKOH FILSAFAT

1.    PLATO
Plato adalah seorang filsuf dan matematikawan Yunani, dan pendiri dari Akademi Platonik di Athena, sekolah tingkat tinggi pertama di dunia barat. Ia adalah murid Socrates. Pemikiran Plato pun
banyak dipengaruhi oleh Socrates. Plato adalah guru dari Aristoteles. Karyanya yang paling terkenal ialah Republik,yang di dalamnya berisi uraian garis besar pandangannya pada keadaan “ideal”. Dia juga menulis ‘Hukum’ dan banyak dialog di mana Socrates adalah peserta utama. Ajaran Plato tentang etika kurang lebih mengatakan bahwa manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan hidup yang baik, dan hidup yang baik ini dapat dicapai dalam polis. Ia tetap memihak pada cita-cita Yunani Kuno yaitu hidup sebagai manusia serentak juga berarti hidup dalam polis, ia menolak bahwa negara hanya berdasarkan nomos/adat kebiasaan saja dan bukan physis/kodrat. Plato tidak pernah ragu dalam keyakinannya bahwa manusia menurut kodratnya merupakan mahluk sosial, dengan demikian manusia menurut kodratnya hidup dalam polis atau Negara. Menurut Plato, negara terbentuk atas dasar kepentingan yang bersifat ekonomis atau saling membutuhkan antara warganya maka terjadilah suatu spesialisasi bidang pekerjaan, sebab tidak semua orang bisa mengerjakaan semua pekerjaan dalam satu waktu.
Ciri-ciri karya-karya plato :
·    Bersifat Sokratik
Dalam Karya-karya yang ditulis pada masa mudanya, Plato selalu menampilkan kepribadian dan karangan Sokrates sebagai topik utama karangannya
·    Berbentuk dialog
Hampir semua karya Plato ditulis dalam nada dialog. Dalam Surat VII, Plato berpendapat bahwa pena dan tinta membekukan pemikiran sejati yang ditulis dalam huruf-huruf yang membisu. Oleh karena itu, menurutnya, jika pemikiran itu perlu dituliskan, maka yang paling cocok adalah tulisan yang berbentuk dialog.
·    Adanya mite-mite
Plato menggunakan mite-mite untuk menjelaskan ajarannya yang abstrak dan adiduniawi
Pandangan Plato tentang Ide-ide, Dunia Ide dan Dunia Indrawi
*     Idea-idea
Sumbangsih Plato yang terpenting adalah pandangannya mengenai idea. Pandangan Plato terhadap idea-idea dipengaruhi oleh pandangan Sokrates tentang definisi. Idea yang dimaksud oleh Plato bukanlah ide yang dimaksud oleh orang modern. Orang-orang modern berpendapat ide adalah gagasan atau tanggapan yang ada di dalam pemikiran saja. Menurut Plato idea tidak diciptakan oleh pemikiran manusia. Idea tidak tergantung pada pemikiran manusia, melainkan pikiran manusia yang tergantung pada idea. Idea adalah citra pokok dan perdana dari realitas, nonmaterial, abadi, dan tidak berubah. Idea sudah ada dan berdiri sendiri di luar pemikiran kita. Idea-idea ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Misalnya, idea tentang dua buah lukisan tidak dapat terlepas dari idea dua, idea dua itu sendiri tidak dapat terpisah dengan idea genap. Namun, pada akhirnya terdapat puncak yang paling tinggi di antara hubungan idea-idea tersebut. Puncak inilah yang disebut idea yang “indah”. Idea ini melampaui segala idea yang ada.
*      Dunia Indrawi
Dunia indrawi adalah dunia yang mencakup benda-benda jasmani yang konkret, yang dapat dirasakan oleh panca indera kita. Dunia indrawi ini tiada lain hanyalah refleksi atau bayangan daripada dunia ideal. Selalu terjadi perubahan dalam dunia indrawi ini. Segala sesuatu yang terdapat dalam dunia jasmani ini fana, dapat rusak, dan dapat mati.
*      Dunia Idea
Dunia idea adalah dunia yang hanya terbuka bagi rasio kita. Dalam dunia ini tidak ada perubahan, semua idea bersifat abadi dan tidak dapat diubah. Hanya ada satu idea “yang bagus”, “yang indah”. Di dunia idea semuanya sangat sempurna. Hal ini tidak hanya merujuk kepada barang-barang kasar yang bisa dipegang saja, tetapi juga mengenai konsep-konsep pikiran, hasil buah intelektual. Misalkan saja konsep mengenai “kebajikan” dan “kebenaran”.
2.    Aristoteles
Aristoteles adalah murid Plato.Filsafat Aristoteles berkembang pada waktu ia memimpin Lyceum, yang mencakup enam karya tulisnya yang membahas masalah logika, yang dianggap sebagai karya-karyanya yang paling penting, selain kontribusinya di bidang metafisika, fisika, etika, politik, kedokteran dan ilmu alam.
Di bidang ilmu alam, ia merupakan orang pertama yang mengumpulkan dan mengklasifikasikan spesies-spesies biologi secara sistematis. Karyanya ini menggambarkan kecenderungannya akan analisa kritis, dan pencarian terhadap hukum alam dan keseimbangan pada alam. Plato menyatakan teori tentang bentuk-bentuk ideal benda, sedangkan Aristoteles menjelaskan bahwa materi tidak mungkin tanpa bentuk karena ia ada (eksis). Selanjutnya ia menyatakan bahwa bentuk materi yang sempurna, murni atau bentuk akhir, adalah apa yang dinyatakannya sebagai theos, yaitu yang dalam pengertian Bahasa Yunani sekarang dianggap berarti Tuhan.
Logika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir deduktif (deductive reasoning), yang bahkan sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran tentang logika formal.
3.    David Hume
Kutipan dibawah diambil dari karya hume inquiry concerning human knowledge, 1748. Hume meneruskan pikiran locke sampai menemukan batas-batas pengetahuan. Yang penting bagi hume bukanlah pengetahuan yang berasal dari akal tetapi pengetahuan yang berangkat dari sejumlah hasil observasi pengalaman. Rangkaian  peristiwa yang terjadi diantara pengalaman ditentukan oleh hukum sebab akibat. Di dalam teks dibawah ini hume ingin mempelajari fondasi berbagai penalaran dan penyimpulan dalam pengetahuan, sebab menurut dia tidak ada penyimpulan yang pasti benar dan  selalu akurat serta kebal dari kesalahan. Kenapa?
Semua objek pemikiran atau penyelidikan manusia mungkin secara alamiah dapat dipisahkan kedalam dua bagian, yaitu hubungan antar berbagai gagasan dan persoalan yang berkenaan dengan berbagai fakta. Objek pengetahuan manusia yang pertama meliputi pengetahuan Geometri, Aljabar, dan Aritmetika; pendeknya semua penegasan yang secara intuitif dan demonstrasi pasti. Misalnya tiga dikalikan lima sama dengan setengah dari tiga puluh. Walaupun dalam kenyatannya tidak pernah ada lingkaran dan segitiga akan tetapi kebenaran yeng dideminstrasikan Euclid tetap menyimpan kepastian dan kejelasan lingkaran dan segitiga itu.
Semua pemikiran yang berkenaan dengan persoalaan fakta nampaknya ditemukan dalam hubungan sebab dan akibat. Artinya bahwa relasi tersebut hanya dapat kita jalankan lewat kejelasan ingatan kita dan penginderaan kita. Jika kamu bertanya kepada seseorang, mengapa dia mempercayai sebuah kenyataan yang tidak ada; misalnya bahwa temannya berada disebuah Negara, katakanlah di prancis, dia akan memberikanmu sebuah alasan, dan alasan ini akan menjadi beberapa fakta lain seperti sebuah surat yang diterima darinya, dan seseorang menemukan jam atau mesin lainnya disebuah pulau gurun pasir akan menyimpulkan bahwa pernah ada orang yang datang ke pulau itu.
Proposisi ini, bahwa sebab dan akibat bisa ditemukan, tidak oleh akal tetapi oleh pengalaman, akan dengan mudah diakui dengan memandang objek tertentu, sebagaimana pernah kita ingat bersama-sama dan ternyata tidak diketahui oleh kita, karena kita harus sadar akan ketidakmampuannya sama sekali, maka kita letakkan dibawah suatu ramalan, apakah justru akan muncul dari akal.
Kebenaran yang sama mungkin tidak akan muncul saat pertama kali dilihat, memiliki kejelasan yang sama dengan memandang peristiwa-peristiwa yang telah menjadi akrab dengan kita dari kemunculan dari pertama kita didunia.
4.    Immanuel Kant
Semula kant dipengaruhi oleh rasionalisme Leibinz dan Wolff, kemudian ia dipengaruhi empirisme Hume, selain juga Nampak pula pengaruh Rousseau. Dalam tulisan-tulisan Kant paling awal, ia cenderung pada metafisika rasionalistik. Awal pemikirannya Kant terpengaruhi oleh aliran “pietisme” dari ibunya. Kant sendiri menulis bahwa empirisme Hume telah membangunkannya dari tidur “Dogmatisnya”. Hume telah mendestruksikan anggapan filsafat sebelumnya bahwa paham-paham seperti substansiatau sebab dapat ditemukan dalam realitas empiris.
Dalam proyek pemikirannya, Kant hendak membongkar seluruh filsafat sebelumnya dan membangun secara baru. Filsafat Kant menjadi “Kritisisme” yang dilawankan dengan seluruh filsafat sebelumnya yang ditolaknya yaitu sebagai dogmatisme. Kant adalah filsuf modern yang paling berpengaruh. Pemikirannya yang analitis dan tajam memasang patok-patok yang mau tak mau menjadi acuan bagi segenap pemikiran filosofis kemudian, terutama dalam bidang epistemologi, metafisika dan etika.
Kaum rasionalis percaya bahwa dasar dari seluruh pengetahuan manusia ada dalam pikiran. Sedangkan kaum empirisis percaya bahwa seluruh pengetahuan tentang dunia berasal dari pencerahan indrawi. Kedua pandangan ini menurut kant benar sebagian dan salah sebagian. Jadi baik “indra” maupun “akal” sama-sama memainkan peranan dalam konsepsi kita mengenai dunia. Kant berpendapat bahwa seluruh ide dan konsep manusia bersifat ‘apriori’, sehingga ada kebenaran apriori, namun ide dan konsep itu hanya dapat di aplikasikan apabila ada pengalaman. Dengan kata lain bahwa akal budi manusia hanya dapat berfungsi apabila dihubungkan dengan pengalaman.
Dalam titik tolaknya Kant setuju dengan Hume dan kaum empitris bahwa seluruh pengetahuan kita tentang dunia berasal dari indra. Sealin itu Kant juga mendukung kaum rasionalis bahwa dalam akal juga terdapat factor-faktor yang menentukan bagaimana kita memandang dunia sekitar. Dengan kata lain, ada kondisi-kondisi tertentu dalam pikiran manusia yang ikut menetukan konsepsi kita tentang dunia. kant memandang bahwa waktu dan ruang termasuk pada kondisi manusia. Waktu dan ruang pertama-tama dan terutama adalah cara pandang dan bukan atribut dari dunia fisik.
Judul: MAKALAH FILSAFAT TOKOH-TOKOH FILSAFAT; Ditulis oleh fsjsff; Rating Blog: 5 dari 5

0 komentar:

Posting Komentar