DISTRIBUSI PELUANG
DISKRIT
1.DISTRIBUSI BINOMIAL
Suatu percobaan disebut percobaan
Binomial jika memenuhi syarat:
a. Percobaan
terdiri dari n usaha yang berulang
b. Tiap usaha
memberikan hasil yang dapat ditentukan saling sukses atau gagal
c. Peluang
sukses yang dinyatakan dengan P, tidak berubah dari usaha yang satu ke usaha
yang berikutnya
d.
Tiap usaha
bebas dengan usaha yang lainnya
Definisi:
Banyaknya sukses x dalam n usaha
suatu percobaan Binomial disebut: peubah acak Binomial
Distribusi
peluang p.a Binomial:
Dengan
x= Usaha sukses
p= Peluang Sukses
n= Jumlah Usaha
Contoh:
|
1
|
Suatu suku cadang dapat
menahan uji goncangan tertentu dengan peluang
, Hitung
peluang bahwa tepat dua dari empat suku cadang yang di uji tidak akan rusak
Jawab:
|
2
1
|
Peluang seorang sembuh dari operasi jantung yang rumit adalah 0,7. Bila dari 10 orang menjalani operasi jantung. Tentukan peluang:
a.
Tepat lima orang akan sembuh
b.
Paling sedikit 3 orang akan sembuh
c.
Kurang dari 3 orang akan sembuh
d.
Antara 3 sampai 8 yang akan sembuh
Jawab:
Misal :L x p.a yang menyatakan jumlah orang yang akan
sembuh
a.
b.
c.
d.
|
3
1
|
a. Tidak
seorangpun
b.Seorang mahasiswa
c. Paling
sedikit seorang
d.
Tidak lebih dari seorang
|
4
1
|
a.
Semua baut bagus
b.
Tidak lebih dari 2 rusak
c.
Paling sedikit tiga bagus
|
5
1
|
Teorema (sifat binomial)
Distribusi Binomial mempunyai rataan dan varians :
yaitu :
2.DISTRIBUSI BINOMIAL NEGATIF
Suatu percobaan disebut percobaan
Binomial negatif jika memenuhi syarat:
a.
Usaha diulangi sampai terjadi sejumlah sukses tertentu
b.
Tiap usaha memberikan hasil yang dapat ditentukan
saling sukses atau gagal
c.
Peluang sukses yang dinyatakan dengan P, tidak berubah
dari usaha yang satu ke usaha yang berikutnya
d.
Tiap usaha bebas dengan usaha yang lainnya
Definisi:
Banyaknya usaha x untuk menghasilkan k sukses dalam
percobaan Binomial Negatif disebut p.a Binomial Negatif
Distribusi peluang Binomial Negatif (fmp): b* (x;
k,p)=p(X=x)=
Dimana X=k, k+1, k+2,...
b* (x; k,p) =Banyaknya
usaha yang berakhir tepat pada sukses ke k
p =peluang
sukses
Fungsi Pembangkit Momen (FPM) dari distribusi Binomial
Negatif:
coba buktikan!!
Dengan FPM diatas buktikan:
|
1
1
|
Jawab:
Distribusi Binomial Negatif dengan
|
2
1
|
Jawab:
Misal : p.a x-jumlah tikus yang
perlu disuntik sehingga ditemukan 2 terserang penyakit.
3.DISTRIBUSI GEOMETRIK
Bila usaha yang saling bebas dilakukan
brulang kali menghasilkan sukses dengan peluang p, gagal dengan peluang Q=1-p,
maka distribusi peluang p.a x yaitu banyakmya usaha sampai saat terjadi sukses
yang pertama
Atau dapat dikatakan
Jika k=1 pada p.a Binomial Negatif ,
maka x dikatakan p.a Geometrik (Banyaknya usaha sampai terjadi sukses yang
pertama kali)
Distribusi peluangnya dapat ditulis
Fungsi Pembangkit
Moment(FPM)
Dari FPM
distribusi Binomial Negatif dengan k=1 maka FPM Distribusi geometri didapat:
|
|
Dengan menggunakan FPM tentukan dan buktikan
Contoh
soal:
Dalam suatu proses produksi diketahui bahwa rata-rata 1 diantara
100 butir hasil produksi cacat. Berapa peluang memeriksa 5 butir dan baru
menemukan yang cacat pada yang kelima?
Jawab:
Distribusi geometri dengan x=5 , p=0,01
4. DISTRIBUSI
POISSON
Percobaan
poisson adalah percobaan yang menghasilkan banyaknya sukses selama selang waktu
atau daerah tertentu.
Dengan
menyatakan
rata-rata banyaknya sukses yang terjadi dalam selang waktu atau daerah
tertentu.
Sifat:
Contohnya :
Rata-rata
banyaknya partikel radioaktif yang melewati suatu penghitung selama 1
millidetik dalam suatu percobaan di lab adalah 4. Berapa peluang 6 partikel
melewati penghitung dalam suatu millidetik tertentu.
Jawab :
Contoh percobaan
poisson dapat menghasilkan pengamatan untuk p.a x yang menyatakan
-Banyaknya
hubungan telepon perjam yang diterima suatu kantor
-Banyaknya hari
sekolah yang ditutup karena banjir
-Banyaknya pertandingan sepakbola yang terpaksa
di undurkan karena hujan selama musim
hujan
Daerah yang dimaksud dapat berupa: sepotong
garis, suatu luas daerah, suatu isi benda, sepotong benda,dll
X bisa menyatakan
-Banyaknya tikus sawah per hektar
-Banyaknya Bakteri dalam suatu kultur
Banyaknya hasil x dalam suatu percobaan poisson
disebut p.a poisson, Distribusi peluangnya distribusi Poisson
Beberapa Distribusi kontinu yang penting yang
digunakan dalam teori keterandalan (reabilitas) dan teori antrian bergantung
pada proses Poisson.
Lanjutan
Distribusi Poisson
Teorema: Misalkan x
p.a Binomial dengan Distribusi peluang b(x;n,p). bila
Contoh:
Dalam suatu proses
produksi menghasilkan barang dari gelas, terjadi gelumbung atau cacat yang
kadang-kadang menyebabkan barang tersebut sulit dipasarkan. Diketahui bahwa
rata-rata 1 dari 1000 barang yang dihasilkan mempunyai satu atau lebih
gelembung. Berapakah peluang bahwa dalam sampel acak sebesar 8000 barang akan
berisi kurang dari 7 yang bergelembung?
Jawab:
Contoh lain:
Peluang seseorang
akan meninggal karena suatu infeksi adalah 0,002. Carilah peluang bila 2000
orang yang terinfeksi tersebut kurang dari 5 orang yang akan meninggal?
5. DISTRIBUSI
HIPERGEOMETRIK
Suatu percobaan disebut percobaan hipergeometrik jika:
1.
Sampel acak berukuran n diambil dari N
benda
2.
Sebanyak k benda disebut sukses, dan N-k
disebut gagal
Definisi: Banyaknya sukses x dipercobaan hipergeometrik disebut p.a
hipergeometrik
Fungsi massa peluangnya (fmp)
Karena nilainya bergantung pada banyaknya yang sukses k dalam n
barang yang dipilih acak dari sebanyak N
Contoh:
1.
Suatu kotak berisi 40 suku cadang yang
dapat diterima bila terdapat paling banyak 3 yang cacat. Jika diambil sampel sebanyak
5 kotak, berapa peluang terdapat 1 yang cacat dari sampel?
Jawab
:
2.
Suatu panitia 5 orang akan dipilih
secara acak dari 3 Kimiawan dan 5 Fisikawan. Hitung distribusi peluang banyaknya
Kimiawan dalam panitia tersebut?
Jawab
:
Misal:
p.a x menyatakan banyaknya Kimiawan dalam panitia.
Distribusi
Hipergeometrik x dalam bentuk tabel
|
x
|
0
|
1
|
2
|
3
|
|
h(x;8,5,3)
|
|
|
|
|
Distribusi
peluangnya dapat dirumuskan:
Jika
n<<<N-> peluang tiap pengambilan hanya berubah sedikit. Jadi pada
dasarnya percobaan adalah binomial
Maka Distribusi
Hipergeometrik dapat dihampiri dengan menggunakan Distribusi Binomial dengan
Contoh:
1.
Sebuah pabrik ban melaporkan bahwa dari
pengiriman sebanyak 5000 ban ke suatu toko terdapat 1000 cacat. Jika seseorang
membeli 10 ban ini secara acak dari toko tersebut , berapa peluang tepat 3 yang
cacat?
Jawab :
2.
Dari suatu kampung diperkirakan 4000
dari 10000 penduduk berhak memilih, menginginkan pa Ali jadi Lurah. Bila 15
penduduk yang berhak memilih diambil secara acak dan pilihannya ditanya :
berapa peluang paling banyak 7 diantaranya yang ingin memilih pak Ali sebagai
Lurah.
MENENTUKAN DISTRIBUSI DARI I DAN B UNTUK SEBUAH MODEL
Plan term life
insurance 1 tahun akan membayar ekstra
benefit untuk kasus meninggal karena kecelakaan, lebih spesifik jika meninggal kecelakaan benefit yang diberikan adalah 50.000. Jika meninggal bukan karena kecelakaan
benefit yang diberikan 25.000.
Asumsikan bahwa untuk usia ,
kesehatan, occupational meninggal karena kecelakaan dalam 1 tahun adalah :
0,0005, peluang meninggal bukan karena kecelakaan 0,0020. Jadi
Pr(I=1 dan B=50.000) = 0,0005
Pr(I=1 dan B=25.000) = 0,0020
Jumlah dari kemungkinan B adalah:
Pr(I=1) = 0,0005+0,002 = 0,0025
Pr(I=0) = 1- Pr(I=1)=0,9975
Distribusi kondisi B setelah kejadian I=1 adalah
Dari persamaan a dan b dapat ditulis:
Dari pernyataan diatas didapat :
MODEL RESIKO INDIVIDUAL JANGKA PENDEK
(INDIVIDUAL RISK MODELS FOR SHORT TIME)
Asuransi adalah suatu cara proteksi terhadap kerugian
atau akibat suatu kerugian (loss).
Model resiko individual : tiap resiko dalam portofolio
hanya menimbulkan claim. Misalkan x menyatakan besarnya kerugian yang
diasuransikan atau sering dinamakan besarnya claim Asuransi. (loss an insured
unit i=xi)
X merupakan suatu variable acak. Karena besarnya
maupun kejadiannya tidak pasti.
Model resiko individual :
n= jumlah unit resiko tertanggung
Sebagai contoh:
Dalam
jangka 1 tahun dari asuransi jiwa , Perusahaan Asuransi menyetujui akan
membayar sebesar b jika yang diasuransikannya meninggal dalam jangka 1 tahun
dan tidak membayar jika yang diasuransikan tetap hidup pada tahun tersebut.
Peluang selama terjadi claim dalam tahun dinotasikan
dengan Q. Claim random variable x mempunyai sebuah Distribusi yang dinyatakan
dengan fungsi peluang f(x) yaitu:
E(X)=E(IB)=BE(I)=B.Q
E(X2)=E(I2B2)=B2
E(I2)=B2.Q
Var(X)=E(X2)-[E(X)]2=B2
Q(1-Q)
Atau rumus diatas dapat ditulis x=Ib pada asuransi
jiwa besarnya claim adalah tertentu. Misalnya dengan benefit sebesar b, jika
meninggal maka dapat dinyatakan dengan x=Ib dengan
Sehingga :
p(x=b)=p(I=1)=Q
p(x=0)=p(I=0)=1-Q
E(x)=E(Ib)=E(I).b=Q.b
Var(x)=Var(I.b)=b2 Var(I)=b2
Q(1-Q)
Besarnya benefit dapat pula bervariasi seperti dalam
asuransi kerugian. Misalnya benefitnya ditulis dengan B. B dapat pula dianggap
sebagai Variabel acak dan x=IB
Contoh 1
Asuransi kecelakaan dengan santunan 5 juta , jika
meninggal dan 1 juta jika hanya luka( untuk biaya rumah sakit-pengobatan). Jika
terjadi kecelakaan. Misalkan peluang
meninggal
dan peluang hanya luka
P(B=5 juta|I=1)=
P(B=1 juta|I=1)=
Peluang kecelakaan adalah
à p(I=1)=
dan p(I=0)=
Contoh 2:
Pada asuransi kendaraan B mempunyai Distribusi kontinu
dengan fungsi densitas (satuan dalam jutaan rupiah)
P(B=2)=0,1
Catatan :
Jika sebenarnya B mempunyai Distribusi campuran yaitu
0<B<2 berdistribusi kontinu dan untuk B=2 berdistribusi diskrit
|
|
|
0,9
|
|
1
|
|
x
|
|
2
|
Gambar . Fungsi Distribusi untuk B, diberikan I=1
|
|
|
2
|
|
x
|
|
1
|
|
0,85
|
|
0,95
|
Jika
dalam menentukan E(x) dan Var (x), kita akan langsung menggunakan distribusi
dari x, tentukan lebih dahulu distribusi dri x . x juga merupakan distribusi
campuran yang diskrit di x=0 dan x=2, sehingga:
P(x=0)=p(I=0)=0,85
P(x=2)=p(B=2|I=1).p(I=1)=0,1 x 0,15=0,015
Misalkan suatu perusahaan asuransi menanggung n unit
Resiko dan
adalah jumlah besarnya risiko yang ditanggung
perusahaan tersebut. Diasumsikan bahwa
saling bebas. Asumsi ini diambil pertama untuk
memudahkan dari segi matematikanya. Kedua tidak jelas bagaimana bentuk relasi
yag wajar apabila tidak saling bebas.
SUM OF INDEPENDENT RANDOM VARIABLE
Dalam model resiko individu, klaim-klaim dari
pertanggungan dimodelkan sebagai:jumlah dari klaim beberapa tertanggung
individu. Klaim-klaim untuk individual-individual diasumsikan independent dalam
banyak aplikasi / praktek.
Dalam
bab ini untuk menentukan Distribusi dari jumlah independent v.r yang dibahas.
Jumlah dari 2 v.r -> S=X+Y;sebagai contoh seperti gambar berikut:
|
y
|
|
|
|
x
|
Garis x+y=S dan daerah
dibawah garis yang diwakili
Fungsi Distribusi dari s
adalah:
Untuk 2 diskrit, non negative v.r dapat
digunakan Hukum Total probability untuk
menulis
Sebagai:
Bila X dan Y independent, persamaan (2)
dapat ditulis
Fungsi peluang yang analog dengan F
Distribusi dapat dihitung dengan
Untuk kontinu
Dalam prakteknya pers (3) dan pers (6)
dinamakan KONVOLUSI dari pasangan
Distribusi Fungsi
Conclusion dapat juga didefinisikan
untuk pasangan fungsi peluang atau fungsi padat peluang dalam persamaan (4) dan
(7). Untuk menentukan Distribusi dari jumlah lebih dari dua v.r digunakan
Convolution proses I untuk
dimana
adalah independent r.v
Fi: Fungsi Distribusi dari xi
F(k): Fungsi distribusi dari
Prosesnya
F(2) = F2 * F(1)=F2
* F1
F(3) = F3 * F(2)
F(4) = F4 * F(3)
:
:
F(n) = Fn * F(n-1)
Contoh 2:
Misalkan X merupakan distribusi Uniform pada
(0,2) Y independent dengan distribusi Uniform pada (0,3), tentukan df dari
S=X+Y
Jawab:
Karena X dan Y kontinu
Ruang sampel X,Y digambarkan sebgai
berikut:
|
3
|
|
2
|
|
2, 3
|
Contoh 3:
X dan Y berditribusi diskrit:
|
|
|
|
|
|
|
|
|
0
|
0,3
|
0,1
|
0,03
|
0,3
|
0,1
|
0,03
|
|
1
|
0,2
|
0,3
|
0,11
|
0,5
|
0,3
|
0,14
|
|
2
|
0,5
|
0,6
|
0,29
|
1,0
|
0,6
|
0,43
|
|
3
|
0
|
0
|
0,27
|
1,0
|
0
|
0,7
|
|
4
|
0
|
0
|
0,03
|
1,0
|
0
|
1,00
|
Contoh 4:
X dan Y berdistribusi Eksponensial.
Contoh 5:
Misal 3 peubah acak yang saling bebas
Jawab:
Metoda lain menghitung Distribusi dari
jumlah p.a dengan MGF;
Contoh
6:
Dengan contoh diatas tentukan pdf
dengan menggunakan MGF dari S”
(
Dimana dapat kita tulis dengan metode
pecahan parsial
Solusinya A=3; B=-3, C=1
MGF Dari Distribusi Eksponensial:
Contoh 7:
Inverse Gaussian Distribution.
Tentukan Distribusi:
Parameter Inverse Gaussian Distribution
:
Contoh 8: MGF
X berdistribusi diskrit p(x=0)=0,3 ;
p(x=1)=0,2; p(x=2)=0,5
Y berdstribusi diskrit p(Y=0)=0,1;
p(Y=1)=0,3; p(Y=2)=0,6
Jika X dan Y saling bebas maka:
Sehingga X, Y dan X+Y apakah merupakan
distribusi yang sama
DISTRIBUSI DARI JUMLAH VARIABEL ACAK SALING BEBAS
(KONVOLUSI)
Misal jumlah 2 p.a, S=X+Y
Contoh 1:
Peubah acak
adalah saling bebas dengan distribusi di definisikan
pada kolom 1,2 , 3, dan tentukan p.f dan d.f dari
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
0
|
0,4
|
0,5
|
0,6
|
|
0,12
|
0,4
|
0,2
|
0,120
|
|
1
|
0,3
|
0,2
|
0,6
|
|
|
|
|
|
|
2
|
0,2
|
0,1
|
0,1
|
|
|
|
|
|
|
3
|
0,1
|
0,1
|
0,1
|
|
|
|
|
|
|
4
|
|
0,1
|
0,1
|
|
|
|
|
|
|
5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
6
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
7
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
8
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
9
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
10
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
11
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
12
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Catatan
Latihan
1.
X dan Y merupakan
distribusi uniform (seragam) dengan
apakah X+Y berdistribusi seragam.
2.
X dan Y merupakan
distribusi Eksponensial
dan apakah X+Y berdistribusi Eksponensial
3.
Distribusi Gamma
4. Jika x merupakan distribusi Gamma dengan
Y merupakan distribusi Gamma dengan
Tentukan
dan apakah X+Y berdistribusi Gamma?
Dengan parameter apa
Catatan:
Jika
saling bebas dan mempunyai distribusi yang
identik yaitu Eksponensial dengan
maka
Berdistribusi Gamma dengan
TEOREMA LIMIT PUSAT
Cara lain untuk menentukan distribusi dari untuk n yang besar adalah dengan menggunakan
teorema limit pusat. Distribusi yang kita dapat hanya distribusi aproksimasi.
Jika n besar:
Catatan:
Teorema
limit pusat ang asli sebenarnya untuk
yang saling bebas dan mempunyai
Distribusi identik. Tapi dalam aplikasi sering digunakan untuk Distribusi yang
tidak identik juga
CONTOH APLIKASI..
1.
Suatu perusahaan
asuransi jiwa menjual produk Term Insurance dengan perode 1 tahun. Benefit yang
ada adalah 1 dan 2 unit dengan probabilitas 0,02 dan 0,01. Tabel berikut
memberikan jumlah individu
. Benefit amount dan probabilitas claim
. Seperti pada tabel berikut:
|
|
|
|
|
|
1
|
0,02
|
1
|
500
|
|
2
|
0,02
|
2
|
500
|
|
3
|
0,1
|
1
|
300
|
|
4
|
0,1
|
2
|
500
|
Perusahaan
asuransi jiwa ini ingin mengumpulkan sejumlah “Amount” dari populasi 1800
individu yang sama dengan 95% dari distribusi total klaim, selanjutnya
perusahaan tersebut menginginkan bagian dari masing-masing individu dari
“Amount” ini proporsional terhadap Expeted Claim individu-individu tersebut.
Bagian untuk setiap individu-individu j dengan mean
adalah:
Ekstra
Amount
adalah; Security loading dan
adalah relative security loading
penambahan premi dari tertanggung untuk
fluktusi yang besar.
*karena
diinginkan
, maka tentukan berapa besar
(relatif security loading)
Solusi:
2. Perusahaan asuransi jiwa menutup 16.000 polis individu
untuk produk term insurance 2 tahun dengan benefit sebgai berikut:
|
Benefit Amount
|
Number Covered
|
|
10.000
|
8.000
|
|
20.000
|
3.500
|
|
30.000
|
2.500
|
|
50.000
|
1.500
|
|
100.000
|
500
|
Probabilitas
klaim untuk setiap orang dari 16.000 adalah 0,02. Perusahaan asuransi jiwa
terebut ingin menetapkan batas retensi untuk batas retensi adalah 20.000. perusahaan
asuransi jiwa menahan/retain resiko sampai dengan benefit amount 20.000.
Selebihnya dibelikan reasuransi. Kriteria keputusan, perusahaan asuransi jiwa
ingin meminimalkan bahwa klaim ang di tahan + jumlah premi ang dibayarkan ke
reasuransi lebih besar dari 8.250.000 atau minimal 8.250.000, sedangkan biaya
premi reasuransi adalah 0,025 perunit/penutupan / benefit amount.
Ditanyakan:
Jawab:
Resiko
yang ditahan perusahaan asuransi jiwa
|
k
|
Retained Amount
|
Number Covered
|
|
1
|
1
|
8.000
|
|
2
|
2
|
8.000
|
Resiko
rasuransi=resiko total asuransi jiwa-resiko yang ditahan asuransi jiwa
Resiko
total asuransi
jiwa=(1)(8.000)+(2)(3.500)+(3)(2.500)+(5)(1.500)+(10)(500)=35.000
Resiko
yang ditahan Asuransi jiwa=(1)(8000)+(2)(8000)=24.000
*biaya
reasuransi=0,025 x 11.000=275
*Coba
untuk latihan
Misalkan
batas retensi =30.000 dari soal diatas (2) dengan pertanyaan yang sama.
|
Benefit Amount
|
Number Covered
|
|
10.000
|
8.000
|
|
20.000
|
3.500
|
|
30.000
|
2.500
|
|
50.000
|
1.500
|
|
100.000
|
500
|
*soal
latihan
Pemegang
polis Asuransi dari perusahaan Asuransi kendaraan (mobil) terbagi atas 2 kelas
|
Kelas(k)
|
Jumlah individu dalam kelas
|
Probabilitas Claim
|
Distribusi dari besar klaim
|
Parameter dari truncated eksponensial
L
|
|
1
|
500
|
0,10
|
1
|
2,5
|
|
2
|
2.000
|
0,05
|
2
|
5,0
|
Tentukan
(relative security loading) agar
p(s<premi)=95%
DISTRIBUSI
KERUGIAN KONTINU YANG SERING DIGUNAKAN
1.
DISTRIBUSI
EKSPONENSIAL
2.
DISTRIBUSI PARETO
3.
DISTRIBUSI LOG
NORMAL
4.
DISTRIBUSI GAMMA
5.
INVERSE GAUSSIAN
Contoh truncated Exponensial distribusi






0 komentar:
Posting Komentar